Tuesday, February 15, 2011

Aborigin, Astronom Tertua di Dunia?



Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Australia mengungkap berbagai bukti bahwa suku Aborigin kuno kemungkinan besar adalah ahli astronomi tertua di planet ini, mendahului peradaban kuno penghuni Stonehenge, Inggris, dan peradaban Mesir kuno.

Profesor Ray Norris, seorang astronom dari lembaga ilmu pengetahuan Australia, The Commonwealth Scientific and Research Organization (CSIRO), Jumat (17/9), mengatakan, pengetahuan masyarakat Aborigin kuno tentang ilmu perbintangan telah disebarkan dan diturunkan dari generasi ke generasi dalam kurun waktu puluhan ribu tahun melalui dongeng dan lagu-lagu tradisional.

”Kita tahu banyak sekali cerita tentang langit, baik itu dalam bentuk lagu, legenda, maupun mitos-mitos. Kami penasaran, seberapa jauh (pengetahuan tentang langit) itu diterapkan di luar hal-hal tersebut. Ternyata, masyarakat (kuno) ini juga menggunakan langit untuk keperluan penunjuk arah, mencatat waktu, dan menandai musim. Sebuah pengetahuan yang dipraktikkan sehari-hari,” ungkap Norris.

Norris, yang sudah mempelajari kebudayaan dan catatan-catatan sejarah masyarakat Aborigin hingga ke kawasan pedalaman, seperti Arnhem Land di pelosok Australia, mengatakan, pengetahuan tentang posisi bintang-bintang di langit menjadi patokan penting bagi kehidupan masyarakat Aborigin kuno yang masih nomaden waktu itu.

Mendahului Eropa ”Misalnya saat rasa Pleiades ada di atas kepala, mereka tahu sudah waktunya pindah ke daerah yang kaya dengan kacang-kacangan dan buah berri. Saat rasi lain naik, saatnya pindah ke dekat sungai untuk memancing ikan kakap putih, demikian seterusnya,” papar dia.

Norris saat ini sedang mencari bukti-bukti penanda berbagai kejadian penting dalam rekaman astronomi Aborigin kuno ini, seperti peristiwa jatuhnya meteor atau penampakan komet, untuk memberikan kerangka waktu masa hidup peradaban tersebut.

Ia yakin, para astronom Aborigin sudah ada jauh sebelum orang-orang di Eropa mulai mengamati langit, seperti yang terlihat dari peninggalan arkeologi di Stonehenge, Inggris, yang berasal dari era tahun 3.500 sebelum Masehi atau kira-kira pada zaman yang sama dengan peradaban piramida raksasa di Mesir.

”Kami sudah tahu bahwa (pengetahuan) astronomi ini ada waktu itu. Yang belum saya tahu, sejak kapan pengetahuan ini ada. Jika (terbukti) pengetahuan ini sudah ada sejak 10.000-20.000 tahun yang lalu, (suku Aborigin) adalah para astronom pertama di dunia,” ungkap dia.